BELAJAR EFEKTIF DI MASA PANDEMI

 


Assalamualaikum Wr. Wb.
Belajar Efektif di Masa Pandemi


1.1 Belajar Efektif di Masa Pandemi

Setelah munculnya wabah Covid-19 di belahan bumi, sistem pendidikan pun mulai mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar. Terlebih adanya Surat Edaran no. 4 tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan kebudayaan yang menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak dan seluruh penyampaian materi akan disampaikan di rumah masing-masing.

Setiap institusi pun dituntut untuk memberikan inovasi terbaru untuk membentuk proses pembelajaran yang sangat efektif ini. Sayangnya, tak semua institusi pendidikan rupanya paham betul mengenai inovasi terbaru yang harus dipakai untuk melakukan pembelajaran selama pandemi. Kebanyakan dari mereka masih belum bisa menyesuaikannya karena terkendala sarana dan prasarana.

Jangan khawatir dulu, bagi anda yang masih bingung menemukan model pembelajaran terbaru yang pas untuk peserta didik anda. Beberapa ahli sudah menggodok tentang metode pembelajaran yang cocok selama pandemi ini. Apa saja sih metode pembelajaran tersebut? Berikut ulasannya.

1. Project Based Learning

Metode project based learning ini diprakarsai oleh hasil implikasi dari Surat Edaran Mendikbud no.4 tahun 2020. Project based learning ini memiliki tujuan utama untuk memberikan pelatihan kepada pelajar untuk lebih bisa berkolaborasi, gotong royong, dan empati dengan sesama.

Menurut Mendikbud, metode project based learning ini sangat efektif diterapkan untuk para pelajar dengan membentuk kelompok belajar kecil dalam mengerjakan projek, eksperimen, dan inovasi. Metode pembelajaran ini sangatlah cocok bagi pelajar yang berada pada zona kuning atau hijau. Dengan menjalankan metode pembelajaran yang satu ini, tentunya juga harus memerhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

2. Daring Method

Untuk menyiasati ketidak kondusifan di situasi seperti ini, metode daring bisa dijadikan salah satu hal yang cukup efektif untuk mengatasinya. Dilansir dari Kumparan, Kemendikbud mengungkapkan bahwa metode daring bisa mengantasi permasalahan yang terjadi selama pandemi ini berlangsung.

Metode ini rupanya bisa membuat para siswa untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di rumah dengan baik. Seperti halnya membuat konten dengan memanfaatkan barang-barang di sekitar rumah maupun mengerjakan seluruh kegiatan belajar melalui sistem online.

Nah, metode daring ini sangatlah cocok diterapkan bagi pelajar yang berada pada kawasan zona merah. Dengan menggunakan metode full daring seperti ini, sistem pembelajaran yang disampaikan akan tetap berlangsung dan seluruh pelajar tetap berada di rumah masing-masing dalam keadaan aman.

3. Luring Method

Luring yang dimaksud pada model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan. Dalam artian, pembelajaran yang satu ini dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku. Metode ini sangat pas buat pelajar yang ada di wilayah zona kuning atau hijau terutama dengan protocol ketat new normal.

Dalam metode yang satu ini, siswa akan diajar secara bergiliran (shift model) agar menghindari kerumunan. Dikutip dari Kumparan, model pembelajaran Luring ini disarankan oleh Mendikbud untuk memenuhi penyederhanaan kurikulum selama masa darurat pendemi ini.

Metode ini dirancang untuk menyiasati penyampaian kurikulum agar tidak berbelit saat disampaikan kepada siswa. Selain itu, pembelajaran yang satu ini juga dinilai cukup baik bagi mereka yang kurang memiliki sarana dan prasarana mendukung untuk sistem daring.

4. Home Visit Method

Seperti halnya metode yang lain, home visit merupakan salah satu opsi pada metode pembelajaran saat pandemi ini. Metode ini mirip seperti kegiatan belajar mengajar yang disampaikan saat home schooling. Jadi, pengajar mengadakan home visit di rumah pelajar dalam waktu tertentu.

Dilansir dari Kumparan, metode ini disarankan oleh Kepala Bidang Kemitraan Fullday Daarul Qur’an, Dr. Mahfud Fauzi, M.Pd yang mana sangat pas untuk pelajar yang kurang memiliki kesempatan untuk mendapatkan seperangkat teknologi yang mewadahi. Dengan demikian, materi yang akan diberikan kepada siswa bisa tersampaikan dengan baik. Karena materi pelajaran dan keberadaan tugas yang diberikan bisa terlaksana dengan baik.

5. Integrated Curriculum

Metode pembelajaran ini disampaikan oleh anggota Komisi X DPR RI Prof. Zainuddin Maliki. Dikutip dari JPNN.com, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya ini menyampaikan bahwa pembelajaran akan lebih efektif bila merujuk pada project base. Yang mana, setiap kelas akan diberikan projek yang relevan dengan mata pelajaran terkait.

Metode pembelajaran yang satu ini tidak hanya melibatkan satu mata pelajaran saja, namun juga mengaitkan metode pembelajaran lainnya. Dengan menerapkan metode ini, selain pelajar yang melakukan kerjasama dalam mengerjakan projek, dosen lain juga diberi kesempatan untuk mengadakan team teaching dengan dosen pada mata kuliah lainnya.

Integrated curriculum bisa diaplikasikan untuk seluruh pelajar yang berada di semua wilayah, karena metode ini akan diterapkan dengan sistem daring. Jadi pelaksanaan integrated curriculum ini dinilai sangat aman bagi pelajar.

 

6. Blended Learning

Metode blended learning adalah metode yang menggunakan dua pendekatan sekaligus. Dalam artian, metode ini menggunakan sistem daring sekaligus tatap muka melalui video converence. Jadi, meskipun pelajar dan pengajar melakukan pembelajaran dari jarak jauh, keduanya masih bisa berinteraksi satu sama lain.

Dikutip dari sibatik.kemendikbud.go.id, Yane Henadrita mengungkapkan bahwa metode blended learning adalah salah satu metode yang dinilai efektif untuk meningkatkan kemampuan kognitif para pelajar.

 

7. Pembelajaran melalui Radio

Pembelajaran melalui radio menjadi inovasi pembelajaran masa pandemi covid-19 di kabupaten Ogan Komering Ulu. Metode ini merupakan kerjasama Dinas Pendidikan kabupaten Ogan Komering Ulu dengan Radio Sukses yang merupakan radio pemerintah daerah. Metode ini menjadi salah satu cara dalam mengatasi kesulitan akses internet dan solusi bagi orang tua siswa yang tak memiliki telepon pintar (smart phone). Pembelajaran dilakukan oleh guru yang berkompeten bersama siswa yang menjadi model dan juga interaktif bersama siswa yang menjadi pendengar. Untuk jenjang PAUD dilaksanakan setiap hari Rabu dengan sistem CERIBEL (Cerita Sambil Belajar), jenjang SD setiap hari Selasa, dan jenajng SMP setiap hari Sabtu. 

 

1.2 Belajar Efektif di Masa Pandemi

Sebenarnya, metode ini sudah mulai dirancang dan diterapkan awal abad ke-21. Namun, seiring dengan merebaknya wabah Covid-19, metode yang satu ini dikaji lebih dalam lagi karena dinilai bisa menjadi salah satu metode pembelajaran yang cocok untuk para pelajar di Indonesia.

Mengingat wabah pandemi yang tidak tahu pasti kapan berakhirnya, metode pembelajaran tersebut mungkin bisa anda jadikan opsi untuk para peserta didik anda. Dengan adanya metode-metode tersebut, diharapkan agar pendidikan di Indonesia tetap berjalan dengan baik dan berjalan lancar.

Mencari cara belajar yang efektif diterapkan saat pandemi bisa memaksimalkan pembelajaran siswa. Berikut lima cara belajar efektif selama belajar di rumah yang bisa Anda coba. 

  • Memodifikasi ruang belajar

Melansir dari laman resmi Washington University, penting untuk memisahkan ruang belajar dengan ruang rekreasi. 

Usahakan tempat belajar dengan kamar tidur terpisah. Hal ini bisa meminimalisir rasa malas karena ingin rebahan di tempat tidur. 

hasilnya, belajar Anda bisa lebih efektif karena minim gangguan.

Memisah ruang belajar juga bisa memaksimalkan istirahat pelajar. Saat istirahat mereka tidak akan terbayang-bayang tumpukan buku dan tugas di meja belajar. 

  • Anggap seperti sekolah luring

Buat rutinitas seperti saat sedang sekolah secara offline atau luring. Bangun pagi sesuai jadwal biasanya, mandi, lalu jangan lupa sarapan. 

Cara ini bisa memaksimalkan belajar agar lebih efektif. Secara tidak langsung otak dan tubuh akan menganggap pembelajaran daring seperti tatap muka. 

Selama mengikuti pembelajaran, atur agar pesan masuk tidak muncul di layar gawai. Pesan atau notifikasi yang muncul tiba-tiba bisa membuyarkan konsentrasi. 

Pastikan koneksi dan gawai dalam kondisi yang baik. Jangan lupa catat materi yang diberikan guru atau dosen dengan rapih. 

  • Hindari multitasking

Saat belajar di rumah memang lebih fleksibel dan santai. Anda bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Tetapi sebaiknya hindari multitasking jika ingin belajar lebih efektif dan efisien. 

Otak akan terpecah konsentrasinya sehingga membuat Anda tidak bisa fokus. Imbasnya, materi pelajaran tidak bisa diterima dengan baik. 

  • Jaga kondisi kesehatan

Agar belajar bisa lebih baik dan efektif, jangan lupa kesehatan Anda. Jangan lupa lakukan peregangan disela-sela pembelajaran online. Cara ini bisa membantu otak untuk beristirahat selama proses belajar. 

Perhatikan asupan makanan serta istirahat Anda. Pastikan Anda mendapatkan durasi tidur yang cukup agar otak lebih segar.

  • Tetap bersosialisasi

Otak juga butuh refershing agar belajar bisa lebih efektif. Selama pandemi memang aktivitas di luar dibatasi agar meminimalisir penularan Covid-19. 

Namun demikian, komunikasi tetap harus terjaga. Sempatkan waktu untuk bersosialisasi dengan teman-teman Anda. 

Bersumber dari laman Washington University, cara ini bisa menjaga Anda untuk tetap fokus saat belajar. Bersosialisasi secara tidak langsung bisa menumbuhkan motivasi yang positif. 

Anda bisa melakukannya melalui chatting atau video call. Jika terpaksa bertemu secara tatap muka, jangan lupa terapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).



"Do not put off what you should do today. Delaying only makes your behind."

Jangan menunda apa yang harus anda kerjakan saat ini. Penundaan hanya membuat anda tertinggal.

 

SEMANGAT!!!
Waalaikumsalam Wr. Wb.

 

Komentar

Postingan Populer