KIAT-KIAT MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Kiat-Kiat Meningkatkan Prestasi Belajar
1.1
Kiat2 Meningkatkan Prestasi Belajar
Belajar dari rumah dapat dikerjakan dengan
maksimal. Saat harus tinggal di rumah selama pandemi Covid-19, kita musti
lebih cermat lagi mengatur waktu.
Apa sebabnya? Banyak yang harus dituntaskan!
Tugas-tugas dari sekolah atau kampus yang tak putus-putus, orang tua di rumah
yang perlu dibantu, dan kita juga masih butuh waktu untuk relaks bersantai.
Jadi, bagaimana caranya agar pengaturan atau
manajemen waktu kita bisa maksimal setiap harinya? Mari simak tips yang mudah
dikerjakan ini.
1. Susun Rencana atau Agenda Kegiatan.
Sama seperti jadwal sekolah atau kuliah, sekarang
giliran kita sendiri untuk menyusun jadwal selama di rumah. Kenapa jadwal ini
penting? Karena tanpa pembagian waktu dan kegiatan yang jelas, kita akan
cenderung santai. Pilihan untuk bersantai dapat menunda tugas-tugas yang
seharusnya dituntaskan. We'll go to procrastination in a moment.
2. Urutkan Prioritas Kegiatan
Bagaimana memulai menyusun rencana atau agenda kegiatan harianmu?
Let's start with the obligatory activities.
Prioritas utama berada pada jadwal kelas maya bersama guru atau dosen, diikuti
dengan jadwal belajar secara mandiri, misalnya. Prioritas berikutnya, misalnya,
adalah membantu pekerjaan di rumah. But of course, you'll have your own list.
3. Jangan Lupakan Kebutuhan Relaksasi.
Beranjak dari satu tugas ketugas berikutnya dapat
membuat kita penat. Istirahat sejenak memang bisa meredakan badan yang lelah,
tetapi kita butuh relaksasi agar otak juga lebih santai. Bukankah kita tak
boleh stres agar sistem imun badan dapat bekerja maksimal? Jadi, jangan lupa
jadwalkan untuk bersantai ya..
4. Perhatikan Poin-Poin Penting yang Lain.
Selagi menyusun jadwal harian, kenapa kita tak sertakan
pula jadwal untuk istirahat? Istirahat yang cukup juga menopang kinerja sistem
imun kita. Maka, upayakan agar jam tidur kita tetap teratur sebagaimana
hari-hari biasa saat kita harus ke sekolah atau kampus. Dan jangan lupa,
sertakan jadwal untuk olah raga ya!
5. Kenali Irama dan Jam Biologis Badan.
Pada dasarnya, setiap kita memiliki irama kerja dan
jam biologis badan yang berbeda. Sebagian orang lebih aktif dipagi hari (early
birds), sebagian lagi lebih mudah berkonsentrasi dan bekerja di malam hari
(night owl). Pernahkah anda mengatur jadwal belajar mandiri yang sesuai dengan
irama badanmu? Isn't it worth to try?
6. Isolasi Diri Sendiri Bila Diperlukan.
Bukan, isolasi diri ini bukan karena pandemi.
Melainkan, yang dimaksudkan adalah mengisolasi diri dari berbagai potensi
distraksi, misalnya dengan menutup pintu kamar, mematikan televisi, maupun
tidak mengakses media sosial. Dengan menjauhkan berbagai distraksi tersebut,
tugas yang harus kita kerjakan dapat dituntaskan dengan lebih cepat.
7. Tidak Menunda-nunda.
Siapa yang masih suka menunda-nunda mengerjakan
tugas atau pekerjaan di rumah? Jadwal yang telah kita susun berguna agar kita
tidak menunda-nunda mengerjakan sesuatu. Procrastination could be a bad habit.
We may delay, but time will not.
Jadi, penting agar kita tetap dan terus mengerjakan
apa-apa yang harus dituntaskan. Progess yang dihasilkan mungkin memang tak
seketika tampak. Misalnya, kita baru dapat menyelesaikan satu paragraf dalam
sehari, sedangkan banyak yang harus ditulis di dalam laporan. But it's okay,
isn't it? Take it easy as you go!
1.2 Kiat2 Meningkatkan Prestasi Belajar
Pendahuluan
Pertanyaan yang selalu menjadi fokus pikiran orang
tua dan orang-orang yang terlibat dalam kegiatan belajar adalah: “Bagaimanakah sebaiknya
belajar itu dilakukan agar dapat berhasil dengan memuaskan?”.
Setiap orang tua ingin agar anaknya selalu sukses
dan berusaha agar dapat menyelesaikan pelajarannya dengan baik. Guru-guru juga
berusaha memberikan bantuan dan bimbingan kepada para siswanya agar mereka
berhasil dalam pelajarannya. Alangkah sedihnya jika seseorang yang mengenyam
pendidikan di sekolah telah kehilangan gairah belajarnya. Penyebab turunnya
gairah belajar yang sering terjadi adalah kekecewaan, derajat inteligensi yang
kurang dan kemalasan akibat ketidaktahuan siswa terhadap tujuan belajar yang
sebenarnya. Kekecewaan merupakan gangguan psikologis yang diakibatkan oleh
berbagai peristiwa yang telah dialaminya dan kekecewaan ini akan menimbulkan
keengganan, termasuk di antaranya ialah enggan untuk belajar.
Setiap pelajar tentu menyadari bahwa kepentingan
belajar merupakan bagian dari tugas hidupnya kini. Mereka sebenarnya tidak
menghendaki kegagalan studi terjadi pada dirinya. Yang dimaksud kegagalan studi
disini adalah tidak naik kelas atau tidak lulus ujian. Bahkan dalam hati
kecilnya berkeinginan memperoleh prestasi tinggi selama pendidikan sehingga
akhirnya timbul pertanyaan pada mereka, “Bagaimana cara meningkatkan prestasi
belajar?”.
Sebelum mengulas tentang cara-cara meningkatkan
prestasi belajar, terlebih dahulu kita membahas tentang pengertian belajar.
Tinjauan terhadap pengertian belajar ini lebih bersifat psikologis sebagai
landasan pembahasan teknik-teknik belajar atau untuk meneliti cara-cara belajar
yang efisien yang sebaiknya dilakukan.
1. Definisi belajar
Para ahli pendidikan modern mengemukakan pendapatnya
mengenai perbuatan belajar sebagai berikut:
Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau
perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku
baru yang diperoleh dari pengalaman atau latihan. Tingkah laku yang baru ini
misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, timbulnya pengertian-pengertian baru,
perubahan sikap, kebiasaan-kebiasaan, keterampilan, kesanggupan menghargai,
perkembangan sifat-sifat sosial, emosional dan pertumbuhan jasmaniah.
Perumusan pengertian perbuatan belajar ini meliputi
perubahan jasmaniah dan rohaniah. Kedua aspek ini saling melengkapi dan
bertalian satu sama lain. Keduanya merupakan aspek-aspek yang bersifat komplementer.
Manusia dan perbuatannya selalu menuntut kegiatan jasmani dan rohani.
Misalnya, membaca buku adalah perpaduan antara
kegiatan jasmaniah dan gerakan rohaniah. Gerakan jasmaniah berupa gerakan mata,
gerakan tangan, dan sikap tubuh. Sedangkan gerakan rohaniah ialah berupa
mengolah pengertian-pengertian yang ada dalam bacaan, membandingkan, mengingat
kembali, memikirkan persoalan dan lain sebagainya.
Setiap perbuatan belajar senantiasa memiliki aspek
jasmaniah yang disebut struktur, dan aspek rohaniah yang disebut fungsi. Otak
kita sebagai kegiatan yang penting dalam diri mengandung kedua aspek tersebut.
Otak sendiri adalah strukturnya dan berpikir adalah fungsinya.
Keduanya saling berkaitan dan saling mempengaruhi
satu sama lain. Seperti contoh, apabila otak sedang cedera, maka fungsi
berpikirnya akan terganggu. Sebaliknya, apabila fungsi berpikir dari otak itu
tidak normal, maka struktur otak akan berubah bentuknya juga.
2. Gambaran tentang proses belajar
Telah sama-sama diketahui bahwa belajar senantiasa
merupakan kegiatan yang berlangsung di dalam suatu proses dan terarah menuju
pada pencapaian suatu tujuan tertentu. Dibawah ini akan digambarkan tentang
bagaimana proses belajar itu terjadi:
Langkah-langkah kegiatan belajar tersebut dapat
diuraikan sebagai berikut:
- Seseorang
memiliki motivasi dan melihat suatu tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Lalu kemudian mengarahkan perbuatannya dengan motivasi tadi.
- Dengan
sadar, ia memfokuskan perhatiannya kepada ke arah tujuannya itu dan
mengarahkan segala daya yang ada untuk diarahkan kepada tujuan itu.
- Dengan
menggunakan kecakapannya (inteligensi), ia berusaha mencoba menemukan
sebuah metode atau cara baru untuk mencapai suatu tujuan, atau juga
memperbaiki metode yang telah ia miliki.
- Selanjutnya,
ia menggunakan pengalaman-pengalamannya yang lalu yang telah dimiliki
terhadap tugas-tugas yang dihadapinya, memisahkan unsur-unsur yang ada di
dalam situasi sekarang dengan maksud menghayati metode secara tepat dan
mengintegrasikan (menyatukan) semua jawaban yang sama sekali baru yang
tingkatannya lebih tinggi.
- Di
dalam proses pemisahan dan integrasi itu, ia menghilangkan atau membuang
metode-metode yang dirasa tidak cocok, mencari jawaban yang benar dan
menjadikan suatu metode baru untuk dijadikan sebagai pola kelakuan baru
(learned behavior pattern) yang dapat digunakan ke dalam situasi yang
lain.
Tegasnya, hal tersebut sedang terjadi perubahan
tingkah laku.
Langkah-langkah belajar diatas dapat dibuat contoh
sebagai berikut:
- Seorang
pelajar SMA kelas XII mempunyai motivasi ingin meneruskan kuliah di
Fakultas Kedokteran.
- Dengan
sadar ia memfokuskan perhatian ke arah tujuan yang dibuatnya itu dan
mengerahkan segala daya untuk mempelajari semua mata pelajaran yang
diperlukan untuk tes masuk Fakultas Kedokteran.
- Dengan
menggunakan kecakapannya, ia berusaha menemukan metode belajar yang baik
untuk mencapai tujuan ini. Misalnya mengumpulkan bahan pelajaran, ikut
bimbingan tes, belajar di tempat yang tenang, belajar sendiri dan ikut
belajar kelompok.
- Selanjutnya
ia memakai pengalaman yang lalu untuk melaksanakan tugas ini dengan maksud
menghayati metode belajar secara tepat.
- Dengan
metode belajar ini, ia dapat menemukan jawaban-jawaban yang benar dan
membuang jawaban-jawaban yang salah dalam menjawab soal-soal semua mata
pelajaran yang diperlukan untuk tes masuk Fakultas Kedokteran, sehingga
pada akhirnya timbul kelakukan baru dalam bentuk: a) Jasmani: perubahan
dalam sikap, kebiasaan, dan timbul keterampilan dalam menjawab soal semua
mata pelajaran. b) Rohani: dari tidak tahu menjadi tahu sehingga mampu
mengingat semua mata pelajaran yang dipergunakan untuk tes
masuk Fakultas Kedokteran.
3. Prinsip-prinsip belajar
Proses belajar memang beragam dan kompleks, tetapi
dapat dianalisis dan diperinci dalam bentuk prinsip-prinsip belajar.
Prinsip-prinsip belajar adalah sebagai berikut:
1) Belajar adalah
suatu proses aktif dimana terjadi hubungan yang saling mempengaruhi secara
dinamis antara siswa dan lingkungannya.
2) Belajar harus
memiliki tujuan yang jelas dan terarah bagi siswa. Tujuan akan menuntunnya
melalui belajar untuk mencapai harapan-harapannya.
3) Belajar yang paling
efektif apabila didasari oleh dorongan motivasi yang murni bersumber dari dalam
dirinya sendiri.
4) Proses belajar
selalu ada rintangan dan hambatan. Maka dari itu, siswa harus sanggup
mengatasinya secara tepat.
5) Belajar senantiasa
membutuhkan bimbingan, baik dari guru/dosen atau tuntunan dari buku pelajaran
itu sendiri.
6) Jenis belajar yang
paling utama ialah belajar untuk berpikir kritis. Berpikir kritis ini lebih
baik daripada pembentukan kebiasaan-kebiasaan mekanis.
7) Cara belajar yang
paling efektif adalah dalam bentuk pemecahan masalah yang diselesaikan melalui
kerja kelompok (belajar kelompok), asalkan masalah yang akan dibahas telah
disadari bersama.
8) Belajar memerlukan
pemahaman atas hal-hal yang dipelajari sehingga diperoleh
pengertian-pengertian.
9) Belajar memerlukan
latihan dan ulangan/ujian agar materi yang sudah dipelajari dapat dikuasai.
10) Belajar harus disertai dengan
keinginan dan kemauan yang kuat untuk mencapai tujuan/hasil yang diinginkan
11) Proses belajar dapat dikatakan
berhasil dan sukses apabila siswa telah sanggup memindahkan atau menerapkan ke
dalam kehidupan sehari-hari.
4. Cara-Cara Belajar Yang Baik
Belajar akan lebih berhasil apabila pelajar
memiliki: 1) Kesadaran atas tanggung jawab belajar; 2) Cara belajar yang
efisien; dan 3) Beberapa syarat yang diperlukan.
Ada beberapa hal yang harus diingat dan menjadi
catatan bagi setiap pelajar adalah:
Yang pertama, tanggung jawab belajar terletak dalam
diri setiap pelajar masing-masing.
Jika muncul sebuah pertanyaan, siapakah pelaku
belajar dan siapa pula yang bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan
dalam proses belajar itu? Maka jawabnya adalah bahwa masing-masing pelajarlah
yang melakukan proses belajar dan mereka jugalah yang bertanggung jawab untuk
mengusahakannya agar supaya berhasil.
Andai kata seorang pelajar tersebut mengalami
kegagalan dalam belajar, maka pelajar tersebutlah yang menanggung akibatnya.
Tidak mungkin perbuatan belajar dilakukan oleh orang lain demi kepentingan si
pelajar itu sendiri. Orang lain (guru, orang tua, teman sebaya) hanya bertugas
memberi petunjuk, tuntunan, atau bimbingan, kemudian selanjutnya pelajar
sendiri yang mengolah, menyimpan, dan memanifastasikan serta menerapkannya.
Oleh sebab itu, sebagian besar kesuksesan terletak pada usaha yang dilakukan si
pelajar itu sendiri. Maka, faktor kemauan, bakat minat, ketekunan, tekad untuk
sukses, dan cita-cita yang tinggi merupakan unsur-unsur mutlak yang mendukung
usaha yang dilakukan oleh si pelajar tersebut. Jangan sampai muncul anggapan
bahwa belajar itu:
1) Cukup ala kadarnya
2) Tak menimbulkan
hasrat ingin tahu
3) Tak punya keinginan
untuk maju
Sehingga aktivitas belajar tidak berencana dan
dilakukan asal sempat saja. Pandangan yang demikian itu sudah tentu sangat
keliru dan tidak boleh untuk diikuti.
Yang kedua, cara belajar yang efisien akan
mempertinggi hasil belajar.
Cara belajar yang efisien artinya cara belajar yang
tepat, praktis, ekonomis, dan terarah sesuai dengan situasi dan tuntutan yang
ada guna mencapai tujuan belajar. Hasil belajar yang diperoleh akan sangat
bergantung pada bagaimana cara belajar yang dilakukan. Dengan menggunakan cara
belajar yang efisien maka akan meningkatkan serta mempertinggi hasil
belajarnya.
Ada beberapa cara belajar yang baik yang bisa
digunakan antara lain:
a) Membuat rencana
belajar (program studi) yang dapat dijadikan semacam rencana belajar
selanjutnya.
Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari
pembuatan rencana belajar ini, antara lain:
1) Sebagai wadah
penyimpanan berbagai jenis catatan dan bahan-bahan berguna lainnya.
2) Sebagai alat
belajar dan mempermudah pekerjaan yang berguna untuk mencapai tujuan.
3) Memberikan motivasi
belajar dan merangsang belajar secara teratur.
4) Bagi guru, dapat
mempergunakannya sebagai sarana penilaian bagi siswa, terutama dalam hal
kebersihan dan kerajinan siswa.
5) Dapat membantu
teman sebayanya yang ketinggalan atau yang catatannya kurang lengkap.
Pembuatan rencana belajar dalam sebuah buku catatan
ini dianjurkan agar ditulis secara teliti dan serapi mungkin serta disusun
secara sistematis, logis, teratur dan bersih, jangan dicampuradukkan dengan
catatan-catatan yang lain agar tidak membingungkan si penulis.
Begitu pula dengan merawat buku rencana belajar ini.
Diusahakan buku catatan rencana belajar agar disimpan dan dipelihara dengan
baik. Hal itu penting untuk efisiensi belajar.
b) Syarat-Syarat Yang
Harus Diperhatikan Dalam Belajar
Beberapa syarat yang perlu diperhatikan agar siswa
dapat dengan baik, yakni meliputi faktor-faktor:
1) Kesehatan jasmaniah
Jasmani yang sehat berarti tidak mengalami penyakit
tertentu, dan tercukupinya gizi sehingga fungsi badan berjalan dengan baik.
2) Rohani yang sehat
Rohani yang sehat berarti tidak terganggu syaraf /
jiwanya, tidak mengalami gangguan emosional dan berpikiran tenang dan stabil.
Dan juga tidak mempunyai banyak persoalan yang menyangkut pribadi pelajar
maupun persoalan lingkungan yang mempengaruhi jiwanya. Sebab kondisi psikologis
sangat mempengaruhi konsentrasi pikiran, kemauan dan perasaan pelajar.
3) Lingkungan yang
tenang
Yakni lingkungan yang tidak sedang dalam kondisi
ribut, ramai, dan beberapa gangguan suara lainnya.
4) Tempat belajar yang
menyenangkan
Tempat yang efektif untuk belajar adalah tersedianya
cukup udara, ventilasi yang memadai, penerangan yang cukup dan lain sebagainya.
5) Tersedianya cukup
bahan dan alat-alat pelajaran yang diperlukan
Bahan-bahan dan alat-alat yang menjadi sumber
belajar sebaiknya tersedia dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Apabila
kurang maka setidak-tidaknya akan menghambat tercapainya hasil belajar yang
memuaskan.
Dengan memakai cara-cara tersebut diatas maka
diharapkan akan meningkatkan prestasi belajar setiap siswa dengan tidak
melupakan sebuah upaya untuk meningkatkan gairah belajar dan pembiasaan hidup
disiplin secara teratur.
c) Teknik Mempelajari
Buku Pelajaran
Teknik mempelajari buku pelajaran antara lain:
1) Membaca buku
pelajaran harus ada tujuan tertentu, tidak asal membaca dan harus mampu
memahami isi buku.
2) Menggarisbawahi
hal-hal yang penting dari isi buku.
3) Membuat rangkuman
(outline) dari setiap mata pelajaran
d) Membuat Diskusi
Kelompok
Membentuk kelompok teman-teman untuk belajar bersama
terdiri dari 5-8 orang dan direncanakan berdiskusi bersama dalam kelompok
dengan topik atau masalah yang ditentukan lebih dahulu.
Berdiskusi kelompok sebaiknya dilakukan secara
kontinu dan setiap anggota kelompok harus belajar lebih dahulu mengenai topik
yang akan didiskusikan. Dengan diskusi kelompok akan diperoleh:
1) pertukaran pendapat
2) pengalaman dari
teman yang lain
3) ada take
and give dalam belajar.
4) lebih mudah
menyelesaikan masalah yang dihadapi bersama.
5) menambah efisiensi
belajar
6) membantu
teman-teman yang malas, pemalu, dan sebagainya
e) Melakukan Tanya
Jawab
Setiap mata pelajaran yang kurang dimengerti
sebaiknya ditanyakan pada guru atau teman sebayanya yang lebih pandai dan
mengerti, sehingga mata pelajaran dapat dimengerti semuanya. Dengan demikian
akan lebih memudahkan untuk memahami dan menghafal pelajaran yang dipelajarinya.
f) Belajar
Berpikir Kritis
Penguasaan keterampilan berupa berpikir mendalam
(kritis) merupakan suatu syarat mutlak cara belajar secara efisien. Dengan
berpikir kritis maka akan dapat memecahkan masalah dari setiap mata pelajaran
yang telah diberikan di sekolah.
g) Memantapkan Hasil
Belajar
Mempelajari suatu mata pelajaran hendaknya dilakukan
berkali-kali, seperti ulangan harian atau latihan-latihan soal. Cara ini
disebut pemantapan hasil belajar atau kompetensi siswa. Dengan begitu, maka
akan melatih siswa untuk lebih memahami isi pelajaran dan tidak mudah dilupakan
begitu saja.
"A
fear will only make you weak and lose confidence. Ignore the fear and proceed
your step!"
Rasa
takut hanya akan membuatmu lemah dan kehilangan kepercayaan. Abaikan
ketakutanmu dan lanjutkan langkahmu!
SEMANGAT!!!
Waalaikumsalam
Wr. Wb.





Komentar
Posting Komentar