AYO JADI PAHLAWAN LINGKUNGAN
AYO,
JADI PAHLAWAN LINGKUNGAN
Entah berapa lama lagi bumi bisa
bertahan dari kerusakan. Banyak sekali hal yang dilakukan oleh manusia, baik
secara individu atau berkelompok, tanpa disadari merusak lingkungan. Maka dari
itu, semua orang sebaiknya mulai melakukan gaya hidup yang ramah lingkungan.
Jejak karbon, peningkatan CO2, tumpukan sampah yang tidak terurai, dan habisnya
air tanah semua akan berujung terhadap musibah di bumi. Sedihnya, manusia juga
yang akan terkena dampaknya. Apa yang
bisa kamu lakukan? Mulailah untuk memiliki gaya hidup ramah lingkungan.
Mulailah dari hal-hal kecil seperti mengeliminasi penggunaan plastik sekali
pakai atau sesimpel mematikan lampu bila tidak digunakan.
Lantas bagaiman caranya?
1.
Kurangi
sampah plastik
Plastik
memang sangat praktis. Bisa dijadikan apa saja dan sangat mudah untuk digunakan
sebagai tempat penyimpanan barang. Sayangnya, plastik butuh
waktu ribuan tahun untuk diuraikan dan berdampak negatif bagi
lingkungan.
Sebisa
mungkin ganti plastik sekali pakaimu. Bawa botol sendiri atau tumbler
untuk menyimpan air minum atau membeli kopi dan boba. Pakai sedotan stainless
steel atau bambu sendiri untuk menghindari sedotan plastik. Kalau perlu bawa
peralatan makan sendiri ke sekolah daripada menggunakan sendok plastik sekali
pakai.
Sebagai
ganti kantong plastik, berinvestasilah untuk membeli tote bag dan tas
jaring katun yang dapat digunakan berulang kali saat berbelanja. Tas jaring
katun bisa kamu gunakan untuk menyimpan belanjaan sayur dan buah-buahan agar
tetap terkena udara. Kalau kamu sudah telanjur punya banyak kantong dan
kontainer plastik, reuse barang-barang plastik tersebut untuk
berbelanja kembali serta menjadikannya sebagai kotak penyimpanan saat membeli
daging, misalnya.
2.
Kurangi
makan daging
Tahukah
kamu kalau 30% dari lahan di permukaan bumi digunakan untuk beternak hewan? PBB
menyatakan “Sektor peternakan menyumbang 9% CO2, namun menghasilkan gas rumah
kaca yang jauh lebih besar yaitu 65% kadar nitrat oksida yang meningkatkan
CO2. Alhasil potensi pemanasan global sebanyak 296 kali.“
Kurangi
konsumsi daging 2-3 kali seminggu dan tingkatkan makan biji-bijian,
sayuran, dan buah-buahan. Dengan begini, kamu sudah membantu mengurangi jejak
karbon. Takut kekurangan protein? Tenang, kamu bisa mendapatkan protein nabati
dari tempe, tahu, dan biji-bijian lainnya, kok.
3.
Hemat
energi listrik, gas, dan air
Menghemat
energi bisa membantu menurunkan jejak karbon. Matikan listrik di rumah atau sekolah
ketika kamu tidak menggunakannya. Matikan juga lampu ketika kamu tidak ada
di ruangan.
Nyalakan
keran saat sedang digunakan dan matikan setelah kamu selesai melakukan
aktivitas, mulai dari mencuci tangan hingga mandi. Mandi menggunakan shower
lebih hemat air dibanding memakai gayung karena jumlah air yang digunakan lebih
sedikit.
4.
Jangan
buang makanan
Berdasarkan
data, satu orang Indonesia membuang 300 kg makanan per tahun. Kalau
ditotal, nih, bisa berjumlah puluhan atau ratusan juta ton per tahun!
Membuang
makanan tidak hanya menyia-nyiakan makanan, namun juga membuang uang. Ketika
makanan dan bahan makanan yang dibuang membusuk, tentu saja
kian meningkatkan kadar Co2 di udara. Untuk bahan makanan, jangan buang
makanan sesuai expiry date. Tanggal kedaluarsa sebenarnya bukan
berarti makanan itu tidak bisa dimakan lagi, tetapi sudah tidak dalam
kondisi terbaik. Oleh karena itu, harus segera dikonsumsi sebelum busuk.
Sumber :https://www.rukita.co/stories/hidup-ramah-lingkungan/
Wassalamualaikum Wr. Wb.



Komentar
Posting Komentar